ETF Solana Futures Pertama Diluncurkan di AS
Volatility Shares, perusahaan penyedia Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis di Florida, telah meluncurkan dua ETF berbasis Solana futures di Amerika Serikat pada Kamis (20/3/2025) waktu setempat.
Menurut laporan Bloomberg , kedua produk Volatility Shares, termasuk Volatility Shares Solana ETF (SOLZ) dan Volatility Shares 2x Solana ETF (SOLT), akan diperdagangkan di Nasdaq. ETF SOLZ dirancang untuk melacak pergerakan harga kontrak futures Solana yang baru diluncurkan oleh divisi derivatif milik Coinbase, sementara ETF SOLT menawarkan eksposur leverage dua kali lipat (2x) bagi investor yang mengincar imbal hasil lebih tinggi dari pergerakan harga Solana.
Peluncuran ini terjadi di tengah proses peninjauan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terhadap sejumlah pengajuan ETF berbasis spot untuk Solana. Meski belum memberikan persetujuan resmi, langkah Volatility Shares ini dianggap sebagai bentuk pengakuan implisit dari SEC bahwa Solana, salah satu altcoin terbesar saat ini, dikategorikan sebagai komoditas.
Volatility Shares pertama kali mengajukan izin untuk ETF berbasis Solana futures pada Desember 2024. Dalam dokumen pendaftaran yang tersedia di situs resmi perusahaan, tercantum bahwa produk tersebut masih berada dalam tahap penyelesaian. Saat itu, perusahaan juga mengajukan produk ETF dengan leverage negatif sebesar -1x, namun menurut pernyataan dari perwakilan perusahaan, peluncuran produk tersebut untuk sementara ditangguhkan meski sudah mendapatkan lampu hijau dari SEC.
Sebelum produk ini resmi diperdagangkan, Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) telah lebih dulu mencantumkan SOLZ dan SOLT dalam daftar mereka, bahkan sebelum kontrak futures Solana yang diatur oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mulai aktif diperdagangkan.
Baca juga: ETF Solana dan XRP Diprediksi Hadir pada 2025
Diprediksi Dorong Adopsi Institusi
Chief Analyst di Bitget Research, Ryan Lee, peluncuran ETF berbasis Solana futures ini berpotensi besar mendorong adopsi institusional terhadap token SOL. Ia menilai bahwa kehadiran ETF ini dapat meningkatkan permintaan dan likuiditas, serta memperkuat posisi pasar Solana dalam mengejar dominasi Ethereum.
“Peluncuran ETF Solana pertama di AS dapat mendorong permintaan yang lebih besar terhadap SOL, membuka akses investor institusi, dan memperkecil jarak kapitalisasi pasar antara Solana dan Ethereum,” ujar Lee seperti dikutip dari Cointelegraph .
Lee juga menambahkan bahwa ETF ini bisa menarik arus modal dalam jumlah besar karena sifatnya yang teregulasi, sekaligus memperkuat daya saing Solana terhadap Ethereum, meskipun ekosistem Ethereum yang sudah mapan tetap menjadi tantangan besar.
Adapun, kehadiran ETF ini dianggap menjadi pencapaian penting yang memperkuat legitimasi Solana sebagai salah satu aset kripto utama. Terlebih, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Solana akan dimasukkan dalam cadangan kripto strategis nasional bersama Cardano dan XRP, melalui satuan tugas aset digital yang dibentuk oleh pemerintahannya.
“ETF Solana membuka jalan bagi adopsi lebih luas di masa depan,” ujar Anmol Singh, Co-Founder dari Bullet.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun ETF spot Solana masih menunggu persetujuan, meningkatnya eksposur dan kesadaran terhadap Solana melalui produk ETF futures ini bisa menjadi langkah logis berikutnya untuk memperluas adopsi di kalangan investor arus utama.
Baca juga: ETF Solana Diproyeksi Disetujui pada Maret 2025
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Trump memberikan pengampunan kepada para pendiri BitMEX, termasuk Arthur Hayes: laporan
Menurut CNBC, Presiden AS Donald Trump telah memberikan pengampunan kepada tiga pendiri bursa cryptocurrency BitMEX: Arthur Hayes, Benjamin Delo, dan Samuel Reed. Pada bulan Juli lalu, BitMEX mengaku bersalah melanggar Undang-Undang Kerahasiaan Bank.

Dominasi Bitcoin mencapai 58% sementara musim altcoin tetap sulit dipahami
Bitcoin mendominasi pasar dengan kenaikan hingga 58%, menentang ekspektasi rotasi pasar altcoin meskipun kondisi yang menguntungkan. Berikut adalah kutipan dari buletin Data dan Wawasan The Block.

Arthur Breitman tentang tokenisasi pasar Uranium yang 'sangat panas'
Ringkasan Singkat Co-Founder Tezos, Arthur Breitman, bergabung dengan The Scoop untuk membahas pasar uranium dan bagaimana Uranium.io berupaya membuat komoditas tersebut lebih mudah diakses oleh investor ritel melalui tokenisasi.

FDIC mengubah sikap terhadap aset digital dan akan mengizinkan lembaga keuangan terlibat dalam aktivitas kripto tanpa persetujuan sebelumnya
Tinjauan Cepat FDIC menjelaskan bahwa lembaga-lembaga yang diawasinya dapat "terlibat dalam aktivitas terkait kripto yang diizinkan" tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari agensi tersebut sebelumnya. Bo Hines, direktur eksekutif Dewan Penasihat Presiden untuk Aset Digital, mengatakan langkah FDIC ini adalah "kemenangan besar lainnya."

Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








