Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli KriptoPasarTradingFuturesBotsEarnCopy
Intip Faktor Kenaikan Harga Bitcoin Pekan Ini!

Intip Faktor Kenaikan Harga Bitcoin Pekan Ini!

CoinvestasiCoinvestasi2025/03/26 17:11
Oleh:Coinvestasi

Investor saham dan aset kripto tengah menaruh perhatian besar pada rilis data inflasi Amerika Serikat melalui laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dijadwalkan pada Jumat, 28 Maret 2025.

Dalam postingan di Telegram pada Selasa (25/3/2025), QCP Group menyebut bahwa data PCE dapat menjadi “katalis utama berikutnya” bagi pergerakan bitcoin dan aset-aset berisiko lainnya. Laporan ini menjadi penentu penting dalam ekspektasi pasar, khususnya dalam meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Jika hasilnya menunjukkan penurunan inflasi, hal ini berpotensi mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Menurut mereka, meskipun mendekati jatuh tempo kuartalan pada Jumat dengan open interest tertinggi berada pada opsi harga di atas US$100.000, volatilitas besar diperkirakan tidak terjadi hanya karena faktor teknikal dari posisi opsi tersebut.

“Perhatian pasar akan bergeser ke data inflasi PCE, yang berpotensi menjadi pemicu pergerakan signifikan selanjutnya,” tulis QCP Group.

Mereka juga menyoroti bahwa pemulihan aset berisiko terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal akan adanya kemungkinan pengecualian atau pengurangan tarif bagi beberapa mitra dagang. Pernyataan ini berhasil menenangkan pasar yang sempat diliputi ketegangan akibat isu perang dagang global.

Baca juga: Analis Prediksi Perang Dagang Global Tekan Pasar Kripto Sampai April 2025

Gejolak Pasar Kripto Diprediksi Mereda pada Awal April

Di tengah situasi ini, analis riset dari Nansen, Nicolai Sondergaard, menyebut bahwa tekanan terhadap pasar kripto kemungkinan akan terus berlangsung setidaknya hingga 2 April 2025. Ia menilai, meskipun terdapat perkembangan positif di sektor kripto, sentimen negatif dari isu perdagangan global masih mendominasi.

Data dari CoinMarketCap menunjukkan bahwa harga Bitcoin telah turun lebih dari 19% sejak menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$109.000 pada 20 Januari 2025 tepat sebelum pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS.

“Saya penasaran apa yang akan terjadi setelah 2 April. Mungkin beberapa tarif akan dicabut, tapi itu tergantung apakah semua negara bisa mencapai kesepakatan. Saat ini, itu adalah faktor paling menentukan pergerakan pasar,” ungkap Sondergaard.

Ia menambahkan bahwa aset berisiko, termasuk saham dan aset kripto, kemungkinan besar akan bergerak dalam pola tidak menentu hingga tercapainya kepastian kebijakan dagang. Menurutnya, katalis positif berpotensi muncul pada awal kuartal kedua hingga pertengahan tahun, tergantung pada hasil negosiasi antara negara-negara utama.

Sementara itu, ekonom Timothy Peterson menjelaskan bahwa saat ini Bitcoin diperdagangkan di batas bawah dari rentang musimannya secara historis. Berdasarkan datanya, hampir seluruh performa tahunan Bitcoin terjadi hanya dalam dua bulan, yakni April dan Oktober. 

Intip Faktor Kenaikan Harga Bitcoin Pekan Ini! image 0 Return Bitcoin dalam 10 tahun terakhir. Sumber:  CoinGlass

Secara rata-rata, Bitcoin mencatatkan kenaikan bulanan sebesar 12,98% pada April, menjadikannya bulan keempat dengan performa terbaik sepanjang sejarah perdagangan aset tersebut.

Baca juga: Bitcoin Diprediksi Sentuh Rekor US$126.000 pada Juni 2025

0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Kunci untuk token baru.
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!