Top 5 Layer-3 (L3) Crypto yang Dipantau Investor untuk April 2025
Jakarta, Pintu News – Protokol Layer-3 merupakan puncak dari evolusi blockchain, yang dibangun di atas solusi Layer-2 untuk memberikan skalabilitas dan kustomisasi yang luar biasa bagi dApps (aplikasi terdesentralisasi) yang bersifat spesifik.
Berbeda dengan pendahulunya, Layer 3 tidak terbatas pada fungsi-fungsi umum; sebaliknya, Layer 3 memberikan keleluasaan bagi para pengembang untuk menciptakan solusi yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan tertentu.
Berikut adalah 5 proyek crypto L3 yang tengah dipantau para investor untuk April 2025.
Xai

Xai merupakan ekosistem game terdesentralisasi yang tidak hanya menciptakan dan mendistribusikan gim berbasis blockchain, tetapi juga mendukung infrastruktur dasar yang dibutuhkan.
Proyek ini dijalankan tanpa tim pusat atau figur otoritatif tunggal, dan berasal dari sejumlah entitas kunci yang masing-masing memiliki peran berbeda. Seiring perkembangan inisiatif ini, diharapkan akan lebih banyak pihak yang ikut mendukung melalui berbagai jalur.
Baca juga: Prediksi Harga XRP Tahun 2025 hingga 2030 Berdasarkan Laporan Terbaru Bitwise!
Dalam jajaran proyek crypto Layer 3, Xai menonjol sebagai salah satu kandidat terkuat. Proyek ini memperlihatkan potensi luar biasa dari teknologi blockchain Layer 3 dalam merevolusi dunia crypto.
Fokus Xai sebagai salah satu proyek terdepan di Layer 3 memberikan gambaran masa depan teknologi blockchain yang lebih canggih dan terarah.
Orbs

Di antara jajaran proyek blockchain Layer 3, Orbs (ORBS) tampil sebagai salah satu pesaing yang patut diperhatikan. Platform ini menawarkan infrastruktur blockchain publik yang kuat, dirancang untuk menjawab kebutuhan akan skalabilitas, biaya rendah, performa tinggi, keamanan, serta kemudahan penggunaan.
Dengan positioning sebagai platform yang siap untuk adopsi massal, Orbs menyediakan tumpukan teknologi blockchain lengkap yang dapat mendukung berbagai jenis aplikasi. Inti dari platform ini adalah nilai-nilai desentralisasi , transparansi, dan keterbukaan, yang sangat cocok untuk perusahaan dan aplikasi konsumen berskala besar yang membutuhkan solusi blockchain praktis.
Token asli dalam ekosistem ini, ORBS, memainkan peran penting dalam sistem — mulai dari perhitungan komisi atas aplikasi yang dijalankan hingga pemberian insentif bagi para validator. Token ini menjadi satu-satunya alat pembayaran dalam ekosistem Orbs, dan menjadi fondasi utama bagi operasional jaringan agar tetap aman dan andal.
Didirikan pada tahun 2017, Orbs didukung oleh tim berpengalaman yang terdiri dari insinyur, pengusaha, dan peneliti. Dengan mengusung teknologi virtualisasi blockchain dan Randomized Proof-of-Stake (RPoS), Orbs menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan skalabilitas.
Baca juga: Harga Dogecoin Berpotensi Naik 10x Lipat Setelah Elon Musk Pamerkan Anime Ghibli? Simak Analisanya!
Degen

Degen adalah token Layer 3 yang tengah naik daun, khususnya di sektor gaming dan NFT. Proyek ini menawarkan ekosistem yang skalabel dan berbiaya rendah, yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri gim dan pasar NFT.
Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi Layer 3, Degen mampu menyediakan transaksi berkecepatan tinggi tanpa mengorbankan keamanan, menjadikannya platform ideal bagi para gamer dan kreator digital.
Keunggulan utama Degen terletak pada model staking dan tata kelola yang terdesentralisasi, di mana token DEGEN digunakan untuk staking, voting dalam tata kelola, serta sebagai hadiah komunitas.
Lebih lanjut, platform ini juga dirancang agar bisa terintegrasi mulus dengan jaringan Layer 1 dan Layer 2, sehingga mendukung interoperabilitas yang luas di seluruh ekosistem blockchain.
Seiring dengan pertumbuhannya, Degen menargetkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih imersif dan menguntungkan bagi pengembang dan pengguna, khususnya dalam dunia game dan crypto.
Dream Machine Token
Dalam deretan token Layer 3 yang diprediksi akan bersinar di tahun ini, Dream Machine Token (DMT) mencuri perhatian dengan pendekatan yang inovatif.
Dream Machine adalah proyek revolusioner yang hadir sebagai konsol game dan mesin arcade digital, dibangun secara native di jaringan Arbitrum , dan dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman bermain gim berbasis NFT dan token. Proyek ini dipelopori oleh Sanko GameCorp, dan menjanjikan serangkaian petualangan gim yang unik di dalam ekosistem The Dream Machine.
Lalu, bagaimana peran DMT dalam dunia game imersif ini?
Token $DMT adalah aset utama yang menopang seluruh game di ekosistem Dream Machine — bisa diibaratkan seperti koin atau token fisik yang dulu digunakan untuk bermain di mesin arcade.
Token DMT digunakan setiap kali pemain memainkan game, serta menjadi alat transaksi utama dalam ekonomi gim, seperti untuk membeli item, power-up, peningkatan karakter, dan membuka level atau panggung baru.
Menariknya, pemain juga bisa mendapatkan hadiah dalam bentuk $DMT atas pencapaian mereka dalam permainan.
DMT dirancang dengan mekanisme kelangkaan. Sebagian besar token DMT didistribusikan kepada publik melalui penjualan awal dan airdrop , dan untuk menjaga agar pasokan tetap terkendali, sebagian token yang digunakan dalam permainan akan dibakar (burned) — sehingga mengurangi jumlah token yang beredar.
Mengusung model emisi rendah, Dream Machine Token berkomitmen pada keberlanjutan proyek dengan hanya merilis sebagian besar token di awal (saat peluncuran), tanpa memberi akses awal kepada investor ventura atau pendanaan tahap awal.
Baca juga: Whale Pepe Coin Kantongi 500 Juta Token, Sinyal Bullish PEPE di Depan?
Cartesi

Cartesi (CTSI) merupakan salah satu pemain utama di ruang blockchain Layer 3 yang berperan penting dalam menjembatani teknologi blockchain dengan alat pengembangan perangkat lunak mainstream.
Berbeda dengan blockchain tradisional yang umumnya terbatas pada bahasa pemrograman tertentu, Cartesi memungkinkan para pengembang menggunakan Linux dan alat open-source, sehingga memungkinkan komputasi kompleks dilakukan di luar rantai (off-chain).
Pendekatan ini meningkatkan skalabilitas dan fleksibilitas dari aplikasi terdesentralisasi ( dApps ), sekaligus mengurangi beban dan kemacetan pada jaringan utama (main chain).
Dengan menghadirkan konektivitas yang mulus antara sistem terpusat dan terdesentralisasi, Cartesi menangani salah satu tantangan besar dalam dunia blockchain. Pendekatan komputasi off-chain yang inovatif ini tidak hanya meningkatkan performa jaringan, tetapi juga memudahkan proses pengembangan dan membuka jalan untuk kustomisasi aplikasi yang lebih kompleks dan dinamis.
Token CTSI memegang peranan penting dalam ekosistem Cartesi — digunakan dalam proses governance (tata kelola), staking, dan sebagai alat pembayaran biaya jaringan. Dengan peran strategis ini, CTSI menjadi tulang punggung dalam pertumbuhan dan keberlanjutan ekosistem Cartesi.
Itu dia informasi terkini seputar berita crypto hari ini. Dapatkan berbagai informasi lengkap lainnya seputar akademi crypto dari level pemula hingga ahli hanya di Pintu Academy dan perkaya pengetahuanmu mengenai dunia crypto dan blockchain .
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh Pintu Crypto melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga.
Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro. Klik Daftar Pintu jika kamu belum memiliki akun atau klik Login Pintu jika kamu telah terdaftar.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
- CoinDCX. Top Layer-3 (L3) Crypto Project to Watch in 2025 . Diakses pada 28 Maret 2025
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Penjabat Ketua SEC Uyeda mengarahkan staf untuk meninjau pernyataan tentang risiko kripto, undang-undang keamanan
Tinjauan Cepat Penjabat ketua SEC Mark T. Uyeda mengarahkan staf SEC pada hari Sabtu untuk meninjau beberapa pernyataan staf mengenai regulasi cryptocurrency, termasuk surat-surat yang memperingatkan investor tentang risiko dari investasi crypto dan satu yang memberikan panduan rinci untuk menerapkan tes Howey pada aset digital. Surat-surat tersebut, yang disusun dengan bantuan rekomendasi dari Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), akan ditinjau dan "...dimodifikasi atau dibatalkan sesuai dengan prioritas agensi saat ini," U

Defiance ETFs merencanakan dana yang menjual pendek dua ETF Strategi leverage, bertujuan untuk meraih keuntungan dari penurunan volatilitas
Defiance ETFs telah mengajukan permohonan untuk dana yang diperdagangkan di bursa baru yang akan secara bersamaan menjual pendek dua ETF berleveraged yang melacak Strategy, sebelumnya MicroStrategy—satu menawarkan eksposur panjang harian 2x dan yang lainnya eksposur pendek harian 2x. Dana ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan nilai dan kesalahan penggabungan yang terjadi ketika ETF berleveraged dipegang untuk periode lebih dari satu hari.

Bitcoin Menargetkan $100K Saat Memisahkan Diri Dari Emas dan Saham
AMPUSDT sekarang diluncurkan untuk perdagangan futures dan bot trading
Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








